Author

Namaku Lutvia Resta Setyawati, mereka biasanya lebih senang memanggilku esa. Jangan pakai huruf besar, huruf kecil saja, seakan melambangkan kesederhanaan dan dinamisasi dalam hidup.

Aku senang menulis, sejak duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (sekolah menengah setingkat SMP). Aku pernah membuat novel, tidak dicetak resmi, hanya dipublikasikan lewat media massa. Ya, nyatanya sampai saat ini aku masih berakting sebagai penulis maya yang hidup di tengah kebebasan berpendapat yang sudah dijamin oleh undang-undang di negaraku.

Saat ini aku hidup atas bantuan bank-bank oksigen di bagian utara Bandung, menikmati setiap harinya dengan menjelajah dunia melalui perjalanan logika dan perasaan.

Disini aku hidup bersama saudara-saudara yang sangat aku sayang, sebuah rumah yang nyaman, dan suasana kekeluargaan yang hangat untuk sejenak berlindung dari dinginnya kehidupan tanah rantau.

Ah lupa, rumahnya memang abstrak, karena pada kenyataannya rumah itu hanyalah sebuah organisasi pecinta alam yang berdiri atas dasar semangat muda mahasiswa-mahasiswa penjelajah.

Sebenarnya tanah yang kutinggali kini adalah tanah rantau, yang kusambangi dua tahun lalu untuk mengikuti sunah Rasulullah untuk mencari ilmu. Ya walaupun belum sampai ke Cina, setidaknya aku akan terus berusaha untuk mencari tempat lain yang sedikit lebih dekat daripada Cina, namun tetap lebih jauh dari rumahku.

Aku terlahir dari rumah kaca yang rentan retak disana-sini. Aku hidup bersama sepasang orangtua dan ketiga adik.

Orangtuaku adalah manusia, yang sesekali bertengkar dan saling berteriak karena hal sepele. Dulu aku belum bisa menerima keadaan tersebut, hingga lebih senang main di luar rumah dan menyibukkan diri dengan berorganisasi (di sekolah atau di lingkungan lain).

Aku senang bermain, apalagi ke gunung, tebing, atau ke gua. Seperti yang seseorang bilang: “Bukan berbicara tentang tujuan, tapi berbicara tentang perjalanan”. Saat ini, aku menjadikan kesuksesannya sebagai acuan. Terima kasih, karena tumbuh sukses namun tetap sederhana, semoga Tuhan mengijinkanku demikian. Aamiin.

Kelas H, Gedung TIK UPI NET, sambil nyari wi-fi gratisan. Si aku, Bandung 14 Juli 2016 pukul 19.29 WIB.

Iklan