Sing Penting Yakin.

Kita mungkin sudah terbiasa untuk saling merindu dalam sunyi, saling memanggil dalam diam, kemudian saling menginginkan dalam jeruji yang bukan saatnya untuk dibuka.

Biar, tentu Tuhan mungkin sedang ingin bersua hanya berdua. Sebelum setengah agama digenapkan dengan hati ikhlas dan penuh haru.

Iya, mungkin.

Atau mungkin pula jika Ia tengah berusaha untuk membantu kita menghapus beberapa dosa yang dirasa tidak perlu ada. Buah kesabaran tentu akan pahala yang tiada tara, yang kelak akan turut mensucikan jiwa yang nista.

Sudah ah, itu pun mungkin. Sing penting yakin, kita tidak pernah diajarkan untuk lemah.

Bukan kah begitu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s