Mari Hentikan Semuanya.

“kita tidak seharusnya saling menyakiti, Sa” ucapmu lemah setengah berbisik.

“bahkan, kita tidak seharusnya saling mengasihi” tambahku membatin.

“bukankah sudah kuucap berulang kali, kita hanya sebuah ketidakmungkinan yang tidak mungkin disemogakan”

“….”

“kau dan aku hanya terarsir oleh rumah, sisanya kita bukan apa-apa”

“….”

“kenapa diam?”

“….” aku menarik nafas panjang.

“kamu tersenyum?”

“kak, percuma aku tanggapi semuanya. Pendirianmu tidak akan pernah berubah hanya karena aku membela diri”

“maksudmu?”

“biarlah, aku menurut persangkaanmu. Kita hentikan semuanya, lalu hidup terpisah dengan keyakinan masing-masing”

“….”

“walau jelas-jelas aku tau bahwa dia telah mengubah semua perspektifmu terhadapmu. Melencengkan beberapa fakta, lalu menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Biar, biar saja demikian”

“….”

“jadi, mari hentikan semuanya”

Bandung, 9 April 2017.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.