Potret Lawas di Stasiun Gombong.

Masih pukul 04.00 pagi, saat orang-orang itu berbondong-bondong menuruni tangga kereta. Membawa serta perbekalan dan oleh-oleh untuk sanak saudara di tempat tujuan.

Mungkin, beberapa puluh tahun kemudian – potret ini akan turut difilmkan. Entah bercerita tentang kisah cinta nenek-nenek mereka, atau kisah perjuangan bangsa Indonesia melawan serbuan hoax dan hate speech yang sedang hits akhir-akhir ini.

Film yang akan ditayangkan, mungkin selayak film-film lawas di zaman Rhoma Irama dan Meriam Bellina tempo dulu. Bedanya, film kita adalah hasil editan segenre VSCO. Mungkin sih, kalo tidak percaya ya sudah lah.

Ditulis dari Stasiun Gombong, dalam perjalanan panjang yang menyenangkan.

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Gadung Giri says:

    Kalau saya sih seringnya lewat terminal gombong

    Like

    1. lutviaresta says:

      Saya baru kali ini ke Kebumen mas 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.