Gara dan Bahasa Ayam.

Kemarin siang, adik saya marah-marah sama Abah. Katanya, “Abah ih dedek mah pengen ngasih makan ayam. Abah mah meuni gak boleh

….lalu setelah merajuk hingga beberapa kali, permohonan itu kemudian disetujui dengan terpaksa. Maklum, mungkin Abah saya khawatir kalau anak bungsunya akan jatuh ke kolam ikan yang dalamnya beberapa kali lipat dari tubuh si gempal.

Siang yang panas di Sukabumi, adalah waktu yang pas untuk mengangkat jemuran baju di lantai dua.

Tidak sengaja, saya ikut memperhatikan tingkah polos dari bocah kecil itu. Adik yang baru diwisuda di salah satu PAUD itu memberi makan ayam dengan terlebih dahulu berbincang seru dengan mereka.

Wah, hebat! Mungkin dia paham bahasa ayam, atau dia mengerti bagaimana cara yang baik untuk memberi makan ayam

….apa semacam anestesi agar para ayam itu tidak stres memikirkan kematian mereka yang tinggal beberapa bulan lagi?

Eh, untung ayam tidak se-futuristik manusia ya. Kebayang dong kalau mereka juga punya ambisi untuk kuliah, S1, S2, menikah, kerja, baru mau punya anak, rumah, dan mobil mewah.

Haha, apaan banget sih ini 😅

Anyway, sebenernya saya sedikit iri sama anak kecil. Mereka bisa asyik ngobrol sama semua komponen alam raya, tanpa takut untuk ditertawakan oleh netizen 😂

….beda sekali dengan orang dewasa, yang harus banyak mikir untuk memenuhi khayalan liar dari sudut terdalam di otaknya. Padahal, selama hal itu tidak bertentangan dengan norma, membuat senang, dan me-refresh isi otak – KENAPA NGGAK YE GAK? 👻

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s