Tolol.

Tiba-tiba saya merasa sangat tolol, mungkin otak saya sedikit terluka karena terbentur bangku kuliah.

Eh, atau karena terjepit isi carrier ya? Entah, hardik saja diri ‘saya’ di masa lalu! Lalu usir dari singgasana yang selalu dipuji oleh semesta.

Lah, semesta mana yang sedang dibicarakan oleh otak tolol ini? Sedang dunia kecilnya hanya bergulat di jarak itu itu saja, dengan orang yang itu itu saja, dan pertikaian yang itu itu saja.

Dasar tolol, menyesal lah karena kamu tidak pernah selelah orang-orang.

“….tapi saya sudah lama bekerja mati-matian, menggores spidol hanya untuk menambal biaya makan di tanah rantau”

Ah, tolol! Jangan bangga dengan perjuangan kecil yang tidak ada apa-apanya itu. Orang lain mungkin lebih susah, bertahan hidup dengan payah.

Mengecewakan, sudah tolol pun kau lemah. Tidak tahu diri!

Semoga Tuhan lekas mengembalikan engkau pada jalan-Nya.

“Ah ya, turut ku aamiin-kan dalam diam”

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. BatopieBlog says:

    Semangaaaat 😊😊😊

    Liked by 1 person

    1. lutviaresta says:

      haha akan, selalu

      Liked by 1 person

      1. BatopieBlog says:

        Gitu dong 😊

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.