Jangan Pertemukan Mereka.

“….terima kasih atas pengertian-Mu Tuhan, aku sangat menghargainya” lirihku diam-diam, sambil menghitung setiap butir harta karun di luar jendela.

Ah iya, perkenalkan. Namanya Aray, seseorang dengan senyum yang manis, bertubuh tinggi, dan tidak punya wajah.

“kok bisa, Sa?”

Ya mana mungkin kamu bisa menggambarkan wajah seseorang yang tidak pernah kamu temui di kehidupan nyata?

FYI aku selalu bertemu dengannya disini, di bagian terbersih di sela-sela kepala penatku. Kadang pula disini, di bagian tertulus di serat-serat hatiku.

Lalu, perkenalkan namanya adalah Ras. Seseorang dengan senyum yang manis, bertubuh tinggi, dan tidak punya wajah.

“loh kok, Sa?”

Iya, Ras tidak punya wajah karena aku memang tidak pernah bertemu dengannya. Namun dia selalu ada di dalam kepala dan sudut tertulus di hati mama

….shuut, sebenarnya dia adalah cinta pertama mama. Namun mereka tidak pernah disatukan, bukan takdir.

Sebagai catatan, mereka mirip. Aray dan Ras adalah cinta pertama yang selalu kami rindu diam-diam.


Oh iya, sebenarnya aku sedang sedikit merayu kepada Tuhan, semoga Aray tidak pernah dipertemukan dengan Ras di alam sunyi.

Biar saja Aray berada dalam dekapku, melangkah dan menua sampai jadi debu. Jangan biarkan ia sendiri dalam hening, aku ingin sedikit merindu tanpa merasa kelu.

“jika berkenan, tolong jangan pertemuan Aray dengan Ras. Terima kasih atas semua pengertian-Mu Tuhan, aku sangat menghargainya”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.