Aray, Kekasihku.

Aray, kekasihku.

Kau tahu, mamah ku butuh waktu hingga 23 tahun untuk berusaha menjadi istri yang baik. Padahal, usahanya masih tetap belum sempurna

….beliau masih senang membentak bapak, menentang perintah-perintahnya, lalu tak jarang turut mengutuk dan melempar pandangan ‘tidak percaya’.

Aray, kekasihku.

Saya sudah menumpang hidup selama 22 tahun di dunia, sudah pernah mengecap berbagai rasa yang sediakan oleh alam raya

….namun masih tetap begini. Kecewa kah engkau? Ku kira pertemuan kita hanya sekitar dua atau tiga tahun lagi. Mungkin, atau lebih cepat pun tidak apa.

Aray, kekasihku.

Baik-baik lah menjaga hati, diksi, dan semua ingatanmu. Katanya, perjuangan yang harus dilakukan oleh seorang perempuan untuk menjemput jodoh adalah dengan memperbaiki diri

….maka, tolong bantu layangkan sebaris doa kepada Yang Maha Kuasa — agar pertemuan kita berlangsung dengan kondisi yang lebih layak. Setidaknya, saya tidak harus menghabiskan waktu 23 tahun lagi untuk belajar istiqomah di bawah titah baikmu.

Aray, kekasihku.

Jangan hancur apalagi lebur, atau mati lalu terlupakan. Salam, dari seseorang yang selalu merindukan mu πŸ’•

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.