Lebaran Sendu.

Raziq, 3 tahun. Yatim sejak tiga hari lalu, sahabat baru Nabi Muhammad.

Ada yang berbeda dari lebaran tahun ini, semua menangis dengan sendu, tidak lagi haru seperti tahun-tahun sebelumnya.

Bukan karena tidak senang akan bersua dengan opor ayam dan ketupat, namun karena tidak akan lagi bersua dengan paman bungsu yang ramahnya bukan main.

Lagi-lagi, kami ditinggal. Pelan-pelan, diam-diam. Ah Tuhan, Kau sungguh adalah pereka hidup Yang Maha Misterius.

Takdirmu pasti, perihal kelahiran, jodoh, dan kematian. Bisa saja!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.