de!

Oh iya, de! Kapan terakhir kali kita bertengkar

….untuk berebut tahta KM, rangking, atau sekadar perhatian guru dan wali kelas?

Aku rindu masa-masa putih merah, tentu rindu juga kepadamu, dan gerombolan bocah laki-laki yang menggemari PR matematika. Membosankan!

“Kau ingat tak?”

Waktu kutampar sepulang sekolah, lalu muka squisy-mu berubah jadi merah dan mendidih. Seram, tapi lucu!

….ingin kutampar, sekali lagi.

Hingga kemudian niat itu kembali diurungkan, pukulan dari tangan berlemak mu mendahului semuanya. Asem!

Sebenarnya ingin mengangis karena sakit, tapi malu. Gengsi, playing victim tidak akan menyelesaikan semuanya!

Ah iya, aku lupa. Kita berdua kan memang tersangka. Jadi tidak usah ada yang menangis, memalukan.

Selamat tumbuh dewasa dalam rahmat dan kasih-Nya. Ku yakin, kau akan tumbuh menjadi suami dan bapak yang baik. Semoga selalu terselamatkan dalam setiap langkah

….sampai jumpa di pengadilan Tuhan, mari saling membela dengan patut.

Terima kasih!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.