Rumah?

Ada bimbang berlebih saat berusaha untuk kembali memanggilmu sebagai ‘rumah’, cinta yang dibina dari dulu kini pelan-pelan mulai membias.

Ada apa denganmu?

Ada apa denganku?

Ada apa dengan kita?

Katanya, pengabdian terhadap rumah harus berlangsung sepanjang hayat. Ah sial, padahal aku sudah merencanakan sebuah ‘pelarian’ (bahkan ketika masih berusaha tidur di salah satu kamarnya).

Semua terasa semakin hambar, bahkan kadang aku menyesal karena sudah melampaui garis privasi untuk masuk ke rumah ini.

Kita sudah jauh, dan akan semakin jauh karena keadaan dan cemooh orang. Atau karena sindiran halus, kasar, dan tidak berperikemanusiaan.

Kadang, aku ingin kembali memujamu. Walau sulit, kelu, dan terasa sangat menyedihkan.

Semoga ini hanya perasaanku, kamu jangan, apalagi si bungsu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s