Aldila, Surat Kaleng dari Bandung.

Namanya Aldila, kalau tidak salah. Entah umur berapa, yang jelas dia perempuan. Sejak dipaksa lahir oleh Takdir, ia turut menghuni Dusun Sengon dengan pemandangan sawahnya yang menakjubkan.

Seiring berjalan waktu, Dila pasti akan melupakan kami bersebelas. Alasannya sederhana, anak KKN yang selalu kegerahan ini — mereka hanya ikut singgah dan menyapa kehidupan balitanya. Bukan untuk tinggal, apalagi merangkul sepanjang hidup.

Aldila kecil yang lucu, semoga senang menjaga diri dan menutup aurat. Tidak senang mengghibahkan orang, apalagi mengadu domba manusia-manusia temperamental.

Tumbuh lah dengan baik, nak. Jaga kampung halaman mu dengan bangga. Jangan terbuai kehidupan fana yang menyilaukan. Belajar lah sepanjang hidup, karena madrasah terbaik dimulai dari buaian ibu

….sebagai seorang wanita, kau turut menggenggam kewajiban yang sama.

Carilah pasangan yang seiman, yang menghormati dan menyayangi ibunya lebih dari dunia dan seisinya. Karena, kelak ia akan menjadi ‘kepala sekolah’ di madrasah kecil kalian.

Salam cinta, Kak Esa dan lampu tumblr yang ‘mengantuk’

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s