Donor Darah.

Maka, rajin-rajin pula lah kamu untuk donor darah. Minimal dalam jangka waktu dua bulan sekali. Boleh datang ke kantor PMI terdekat, rumah sakit, atau kegiatan insidental yang selalu digelar para aktivis mahasiswa.

Jangan takut pada setangkai jarum suntik, apalagi takut jika tiba-tiba pingsan dan kekurangan darah (hingga anemia akut).

Berlebihan! Tidak akan pernah seperti itu.

Selain bisa membantu sesama yang membutuhkan, labu darahmu juga bisa turut menyumbangkan ‘harapan’ pada keluarga dan para pasien yang tengah putus asa untuk menyambung hidup.

Lalu, jadilah sederhana dengan tidak membiasakan diri untuk begadang. Jangan lupa perbanyak makan buah dan sayur hijau, serta minum air putih sampai puas.

Terakhir, semoga tidak pernah ditolak delapan kali berturut-turut, sepertiku.

Ah menyebalkan!

Iklan

5 tanggapan untuk “Donor Darah.”

      1. tapi biasanya kan dilihat dari tinggi badan dan berat badan, soalnya kalau tinggi dan beratnya kurang biasanya darahnya kalau mau di ambil, kasihan, entar malah kehabisan darah, hehehe

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s