Diskusi Publik “Bersatu, Berbagi, dan Berprestasi”

  1. Auditorium Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia, 31 Mei 2018.
  2. “kita memang sudah lahir dalam berbagai keberagaman” ujar Pak Diding saat melakukan sambutan dan pembukaan di kegiatan diskusi publik Bersatu, Berbagi, Berprestasi.
  3. Juni 2017 lalu, presiden membentuk UKP Pancasila yang dipimpin oleh Yudi Latief.
  4. Kemudian tahun 2018, UKP Pancasila berubah nama menjadi BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila)
  5. BPIP mempunyai tugas untuk membantu presiden melakukan proses pembinaan Pancasila secara masif dan berkelanjutan
  6. “Mari kita isi kanal-kanal saluran komunikasi dengan konten positif dan memiliki nilai produktivitas yang tinggi. Jadilah GENPOSTING (Generasi Positive Thinking)” — Direktur Jenderal Kominfo Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  7. Pematerian disampaikan oleh Pak Dr. Asep Salahudin (salah satu staf ahli di BPIP dan dosen di UIN Tasikmalaya) dan Pak Diding Nurdin (dosen jurusan Administrasi Pendidikan UPI dan salah satu juri untuk pemilihan kepala sekolah berprestasi tingkat nasional)
  8. 80 tahun yang lalu seseorang yang bernama Soekarno (mantan narapidana Suka Miskin dan orang buangan di Ende/Flores). Ketika merenung di salah satu pantai, di bawah pohon sukun yang memiliki lima cabang.
  9. Tahun 1945, tepat 1 Juni pengalaman spiritual tersebut kembali diingat dalam rapat besar untuk menentukan dasar negara (yang kemudian dinamakan sebagai PANCASILA).
  10. Usulan Soekarno menyinggung nasionalisme, keadilan, ketuhanan, dll. Kelima sila tersebut bisa dirangkum menjadi ekasila, yang mengandung esensi gotong royong dan menjadi karakter manusia-manusia Indonesia.
  11. Pada tanggal 22 Juni topik itu kembali dibahas dalam forum PPKI, menghasilkan Piagam Jakarta yang mengandung anjuran untuk menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya.
  12. Pancasila adalah titik temu atau kalimatul syawal yang mempertemukan berbagai keberagaman, jalan tengah antara negara agama dan sekuler.
  13. Pancasila mengakomodir kepentingan agama dan kebebasan manusia.
  14. Pancasila lahir dalam tiga masa, yakni masa pembuahan, masa perumusan, dan masa penetapan.
  15. Masa pembuahan terjadi pada abad 20, dengan memanfaatkan politik etis yang sudah diberikan oleh pemerintah kolonial Belanda.
  16. Tahun 1912, tiga tokoh besar indekos di rumah Cokro Aminoto. Yakni tokoh aliran kiri, kanan, dan tengah.
  17. Aliran kanan diusung oleh Kartosuwiryo (sekretaris Cokro Aminoto) yang mempromosikan keyakinannya dalam ideologi Islam dalam DI/TII. Dia adalah tokoh yang tidak terlahir dari kehidupan santri, maka ia menyebarkan pemikirannya di Jawa Barat. Hal ini dikarenakan ketidak stabilan pendirian dari orang-orang di Jawa Barat wkwk.
  18. Semaun, Muso dan Alimin (tokoh kiri yang juga indekos di rumah Cokro Aminoto). 1926 mereka melakukan pemberontakan PKI di Banten, walaupun sebenernya mereka tidak memiliki KTP PKI tapi malah Tarekat Naksabandiah.
  19. Konteks sinkritis, elektis, dan heterogen sangatlah cocok untuk merumuskan ideologi keindonesiaan.
  20. Ir. Soekarno sebagai golongan tengah mampu menggabungkan islam, demokrasi, dan nasionalisme.
  21. Jangan-jangan revolusi kita itu diasah melalui rumah kos, bukan di Monumen Nasional dan tempat hits lainnya — Dr. Asep Salahudin.
  22. Soekarno adalah orator ulung yang mampu menghipnotis masyarakat ketika sedang berpidato.
  23. By the way, Bung Karno itu lihai buat nyari kosan murah loh wkwk. Pas indekos di Ciumbuleuit, dia menikahi Ibu Inggit Garnasih (ibu kosnya loh).
  24. Kemudian dia menikahi Fatmawati (anak bapak kosannya di Bengkulu).
  25. Utari (anak Hos Cokroaminoto) bahkan dinikahkan dengan Bung Karno.
  26. Buku ‘Penyambung Lidah Rakyat’ menjelaskan bagaimana peran para wanita untuk meningkatkan gelora perjuangan dari Bung Karno.
  27. Masa perumusan dan penetapan dilakukan di masa-masa sebelum kemerdekaan.
  28. Pancasila adalah kesepakatan bersama, bukan sebagai kekalahan Islam tapi sebagai kelapangan dada umat Islam untuk menyatukan semua umat dan menghindarkan diri dari konflik yang tidak akan berkesudahan.
  29. Tujuan Pancasila adalah untuk menyusun negara yang paripurna, yang tidak dibebani dengan kepentingan-kepentingan yang akan memecah belah.
  30. Saat ini, media sosial menukar hak dan hoax dengan sangat apik!
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s