Antara Saya dan Lingkungan.

Departemen Lingkungan merupakan salah satu bagian penting dari Badan Eksekutif Mahasiswa Pendidikan Geografi. Berperan sebagai salah satu penggerak kampanye cinta lingkungan di kampus Universitas Pendidikan Indonesia.

Departemen Lingkungan dipimpin oleh seorang Ketua Departemen (kadep), yang kemudian akan membawahi dua biro – yakni Biro Lingkungan dan Biro Mitigasi Bencana. Biro tersebut akan dipimpin oleh masing-masing satu ketua biro atau kabir.

Ketiga pemimpin tersebut akan bergabung dalam satu tubuh, menjadi seorang nahkoda yang akan memimpin pelayaran hingga ke beberapa pulau yang sudah direncanakan di awal kepengurusan. Kadep adalah kepala, kabir lingkungan adalah kaki, dan kabir mitigasi adalah tangan si nahkoda itu.

Dulu saya sempat didapuk untuk menjadi salah satu kadep di kepengurusan BEM tahun 2015

….entah ini bencana atau bukan, dari awal saya memang sudah duduk manis dan magang di Departemen Lingkungan BEM HMP Geografi.

Waktu bocah sempat diberi amanah sebagai ketua pelaksana program penghijauan. Lalu setahun berikutnya, kepengurusan kami harus melakukan voting karena beberapa anggota (yang sudah dicanangkan) memang tidak mau (secara suka rela) naik sebagai ketua departemen berikutnya.

Musyawarah yang gagal tersebut kemudian diganti dengan proses pemungutan suara. Waktu itu, angkatan kami punya 20 orang anggota. Jika masing-masing punya hak suara, maka sudah dirasa cukup untuk mengangkat seorang ketua baru.

Depling adalah kata ganti dari rumah, maka ia butuh seorang kepala keluarga untuk menghadapi berbagai rintangan yang akan menghadang di depan sana. Ah iya, for your information lingkungan adalah departemen termuda yang berdiri di bawah payung BEM HMP Geografi,

jadi sudah bisa ditebak kan bagaimana acak-acakan nya bocah yang baru berumur kurang dari 10 tahun ini.

Kalau kamu rajin datang ke MUMAS, pasti sudah khatam betul dengan cibiran dan tatapan iba dari fraksi saat melihat kadep lingkungan membacakan laporan pertanggungjawabannya. Alasannya, bocah kecil ini memang selalu ditinggalkan!

….tertinggal sangat jauh dari departemen PSDO, MIKAT, Pendidikan, SOSPOL, dan departemen kerohanian.

Finally, voting akhirnya memilih saya untuk memimpin pelayaran selanjutnya. Walau begitu, belum apa-apa sudah banyak orang yang ingin menurunkan (dengan sengaja). Alasannya sederhana, katanya suruh siapa kamu cewek!

By the way, sebenernya alasan ‘gender’ selalu bikin saya sedih šŸ˜„ sampe mikir kok bisa sih ada laki-laki yang sejahat itu? šŸ˜‚

Waktu itu beberapa anggota DPM mendesak Sandy (KABEM) untuk menurunkan saya dengan paksa. Bahkan sampai ngobrol empat mata di depan fakultas.

Saya tau arah pembicaraan Sandy, saya tau posisi saya sebagai satu-satunya kadep perempuan dalam barisan kepengurusan dia. Saya tau semua orang akan menggugat, saya tau kalau himpunan geografi memang masih memegang teguh konvensi gender seperti ini.

Saya tau, tapi hanya bisa membalas semuanya dengan senyum tipis setengah matang.

“Saya gak bisa turun gitu aja, San. Maaf, bukan saya yang memilih diri saya untuk jadi kadep lingkungan. Saya dipilih oleh forum, voting dengan perbandingan telak. Lalu saya bisa apa? Kalau Sandy masih keukeuh ingin mengganti saya, tak apa. Syaratnya hanya satu, tolong lengserkan saya di forum resmi. Tolong angkat dan turunkan saya dengan wajar”

Skakmat! Saya tau Sandy tidak akan sejahat itu. Dia tau konstitusi, jelas! Dan menurunkan seseorang yang sudah terpilih (hanya karena sentimen emosional) jelas adalah salah satu bentuk pelanggaran konstitusi.

Hingga setahun kemudian saya selalu berusaha untuk berdiri tegak di samping para pria itu. Jika mereka punya gengsi dan wibawa tinggi, maka sebagai seorang perempuan, saya punya mahkota yang tidak boleh terjatuh hanya karena bahu yang lemah.

Waktu itu kami merencanakan empat program kerja outdoor, skala besar. Semuanya diatur di panggung alam

….dengan gunung, sungai, gua, dan peta yang bersanding dengan hujan dan panas matahari.

Untung saya masih punya beberapa punggawa tangguh, mereka adalah sumber tenaga terbesar dalam menaklukkan pelayaran. Mereka adalah detak jantung dan aliran darah dalam nadi. Ciamik,

walau beberapa orang protes ingin menepi dan undur diri dari pelayaran. Tak apa, biar saja.

Hanya, cobaan terberat kembali datang ketika salah satu kabir ingin berhenti di tengah pelayaran.

Asam, mungkin dia lupa kalau waktu itu perahu kami tepat berlayar di tengah samudera. Navigasi tidak mungkin diputar ke backazhimut, dan kami tidak akan sampai hati untuk menyuruh si kabir berenang sendirian. Tanpa kayak atau cadangan makanan yang cukup.

Forum darurat kembali dibuat, kali ini dimediasi langsung oleh Kabem.

“Saya akan mengundurkan diri” ujar Nonoi dengan mata penuh kilat.

“Bukankah sebaiknya kamu pikirkan baik-baik lagi, Noi?” tanya Sandy ragu-ragu.

“Sudah saya pikirkan matang-matang” belanya tidak mau kalah.

“Alasannya?”

“Saya tidak bisa membagi waktu dengan baik” ucapnya santai, mungkin sedang asyik membayangkan strategi untuk memperlancar Program Pendidikan Dasar J*ntera.

“Jangan pergi dulu, Noi” ucap Suci memelas.

“Setidaknya jangan sekarang” tambah saya, sedikit putus asa.

da kapiran disini juga urang mah heunteu gawe” lalu boom!

Akhirnya, keluarlah alasan sebenarnya.

“Kamu teu gawe pun masih kita terima, Noi. Santai aja, anak-anak bakal terima kamu apa adanya” sebenarnya emosi, tapi da kumaha deui šŸ˜‚

“Kamu gak ngebantuin pelayaran dan cuma duduk-duduk santai di kabin pun, kita masih bakal terima dengan senang hati. Nu penting mah kebersamaannya, Noi” lalu tiba-tiba si Suci berubah bijak wkwk.

Kemudian perdebatan masih berkeliling di topik yang sama, capek sih, ngan da kumaha wkwk.

“tapi kan….”

“Ya udah sih, santai aja” kemudian dia bingung, kehabisan kata.

“Nah, beres ya Noi. Sok sekarang mah kita sama-sama berusaha lagi” ucap Sandy, semacam closing statement?

Setelahnya kami masih berteman dengan baik, bahkan doi masih mau diajak untuk ikut kegiatan. Ya walopun suka gak mau kalau diajak rapat, gapapa.

*ngantuk, nanti esa lanjut ke part 2 ya. Cowwly onti angkel šŸ˜Æ

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s