Surya, Ciak, dan Rahasia di Baliknya.

Saya yakin, Tuhan selalu punya rencana baik dalam setiap keputusan. Hal yang menurut kita baik, belum tentu bagus di mata-Nya. Bahkan sesuatu yang kita anggap buruk, bukan berarti jelek dan layak untuk ditinggalkan.

Pagi ini saya akan cerita tentang Surya, Ciak, dan rahasia di baliknya.

Surya adalah jajaka Bandung yang tinggal dengan nyaman di Cijerah, 23 tahun dengan postur tubuh yang tegap tapi tidak terlalu tinggi. Sedangkan Ciak, adalah mojang Bogor yang sangat takut pada puntung korek api. Katanya sih phobia, entah.

Tiga tahun lalu, Surya mampir ke dalam hidup saya. Mencuri keju lalu menyimpannya dengan baik di balik sabuk taekwondo berwarna hitam.

Katanya, saya akan menjaga kamu dengan baik. Padahal, saya akan menjaga Aray dengan baik.

Puja kerang ajaib, si Abia benar! Saat kamu lelah berkutat dalam penantian panjang, maka pelan-pelan jiwamu akan tertidur di atas bahu yang salah

….tapi hal itu tentu hanya akan terjadi jika jarak antara kamu dan Tuhan tidak sedang sedekat biasanya.

Waktu itu, beban organisasi, akademik, dan urusan keluarga mencekik hingga ke ubun-ubun.

Ini pukulan, telak!

Surya, yang juga adalah nakhoda di perahu layar kami —- menyulut api besar di belakang panggung. Diam-diam, tanpa suara sedikit pun

….sedang saya, selalu mengalah (seperti biasa). Kepala yang keras harus dipulihkan dengan hati yang lembut, bahkan secara perlahan ia akan terbiasa memanggilmu rumah.

Ya, setidaknya itu yang sempat saya pelajari dari sosok Surya.

Kemudian, semua berubah ketika negara api menyerang! Ciak datang, entah dari sudut mana. Menyiram bahan bakar di atas perapian. Mengacaukan semua kepercayaan yang sudah susah payah kami bangun di atas fondasi yang rapuh.

First blood, double kill, triple kill, maniac, savage! —- dilafalkan dengan sound effects of Mobile Legend Bang-bang.

….tapi,

terima kasih Tuhan karena sudah turut menjauhkan saya dari Surya.

Walaupun, malam itu saya sempat lepas kendali saat tiba-tiba Surya berkata dengan nada setengah berbisik ‘tampar saya, Sa

Hening, lalu plak — diikuti suara tangis yang ditahan sambil menunduk.

‘lagi, Sa. Saya pantas mendapatkan itu’ tapi diacuhkan dengan tetap menangis sambil menunduk.

‘sekarang, silahkan tuan pergi dari hidup saya’

Apa sebegitu cintanya kamu kepada Surya sampai rela dibuat jatuh dan sakit hingga berkali-kali?

Tidak!

Saya hanya sedang berusaha untuk mempercayai seseorang, tentu tanpa menodai prinsip yang sudah saya pegang sejak hari kelulusan di MAN Cibadak.

Bahkan, doa yang dipanjatkan tidak pernah berubah sejak awal.

‘semoga Tuhan meridhoi setiap langkah saya di tanah rantau, menjauhkan saya dari orang-orang yang tidak baik, menjaga hati saya hanya untuk seseorang yang layak, lantas mengijinkan saya untuk menjadi manusia yang berguna bagi semesta’

Tuhan, terima kasih karena sudah turut menjauhkan saya dari Surya.

Sekarang, biar saja Surya menghabiskan Ciak sepuasnya. Toh, bukankah dari awal dia memang tipikal laki-laki yang seperti itu?

Biar, setidaknya saya pernah ikut andil memperingatkan Ciak tentang semuanya. Walau tidak pernah ia dengar, biarkan saja.

Lalu di balik nama harum Surya dan Ciak, mereka tidak pernah bisa menerka rahasia apa yang pernah terjadi di baliknya. Biar, biar saja mereka puas bermain api. Semoga, kelak semua kembali sesuai dengan aturan yang sudah Ia tetapkan.

Padamkan saja api yang ini, biar tidak turut menyalakan api besar di hari-hari kemudian.

Menikahlah, atau berpisah saja di persimpangan. Bukan besok, mulai saja dari sekarang.

Semoga Tuhan meridhoi dan mengampuni semua kesalahan yang pernah kita lakukan, aamiin.

Dari seseorang yang pernah menangis lebih keras – es dan kamar kos Bapak Hidayat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s