Berteman dengan Gelap.

Dulu saya bener-bener gak bisa tidur loh kalo kamarnya gelap šŸ˜„ selalu ngerasa ada yang merhatiin aja gitu, takut tiba-tiba ada yang nyerang tapi saya gak bisa liat siapa penyerangnya wkwk

….se-parno itu memang.

Padahal, tanpa gelap: sunyi dan dingin tidak akan se-syahdu biasanya. Bahkan, menurut ilmu agama katanya Nabi juga sering tidur dalam kondisi gelap loh. Katanya sih baik untuk kesehatan.

Ah iya, kombinasi antara gelap, dingin, dan sunyi jelas-jelas akan membentuk suasana yang pas buat nulis!

Dulu saya tidak percaya šŸ˜‚ eh bukan, dulu saya tidak pernah berani untuk mulai berteman dengan gelap. Hingga suatu hari, kegabutan saya dan bue di selasar Museum Pendidikan Nasional – berhasil menyesatkan kami untuk berbelanja online di platform Shopee.

Pesanannya, dua paket lampu Tumblr untuk mengajari saya bagaimana cara ‘tidur dalam gelap’. And it works!

….sekarang malah jadi gak bisa tidur kalo si lampu utamanya belum dimatiin šŸ˜Ž

Maknanya, kadang hidup akan memaksa kita untuk berteman — dengan sesuatu yang mati-matian selalu kita hindari.

Entah gelap, sepi, dingin, kesedihan, bencana, ujian, kematian, kemiskinan, atau musuh terbesar sekalipun.

Jangan alergi apalagi phobia sama perubahan, apalagi yang bakal ngarahin kita sama energi positif.

Ketakutan itu bukan untuk dihindari, tapi untuk dihadapi lalu dijadikan pelajaran. Semoga menginspirasi, ciaw!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s