Bukan Arai.

Jika tidak sanggup mengungkapkan, maka namakan saja ia dengan nama pena yang tidak mampu mereka terka.

Ide bagus!

Kunamakan kamu Arai, bukan keju atau senja – seperti hari kemarin (ketika masih sendu).

Arai, nama yang indah. Apa kabar? Kuharap kau baik dengan segala tawa dan sendu tanpa cerita.

Matahari Bandung sedang manja-manja nya, kadang ada kadang sembunyi. Hujan deras mengguyur malam yang panjang, atau siang yang redup, atau sore yang gelap.

Biar saja sih, asal Ledeng tidak banjir pun, ku masih banyak-banyak bersyukur.

Caheum jangan dikasih banjir pula, kesian. Mereka harus mencari nafkah untuk ayah, ibu, ketiga adik, anak, istri atau suaminya.

Pun demikian, ku doakan Kota Hujan tidak sering hujan lama-lama. Kesian, Jakarta bisa terendam beberapa jam kemudian.

Baik-baik hidup disana ya Rai, dimana pun kau berada. Semoga doa kita dipersatukan oleh semesta, turut diridhoi oleh Tuhan, dan diberkahi oleh titian waktu.

Aku, kamu, dan masa depan yang tidak bisa diterka. Selamat pagi sayang 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s