Sebulan Tanpa Kuota.

Setelah berhari-hari terasing karena kuota Tri yang soak di kosan Pak Hidayat, saya jadi paham kalo hidup tanpa kuota memang susah-susah gampang.

Banyak susah, sedikit gampangnya!

Saya jadi malas buka gawai, bukan karena outer case-nya yang sudah butut dan penuh luka

….tapi gawai tanpa kuota memang tidak punya daya tarik yang bermagis, lagi.

Weekend santai di kosan yang sunyi itu saya habiskan dengan sibuk marathon nonton drama. Temanya macam-macam. Kalau bosen, saya skip sampai ke episode pamungkas – lalu dipercepat biar tidak lagi menambah rasa bosan.

Sebulan tanpa kuota, walau dapat sokongan WiFi dari Aftik FPIPS. Ya, tapi begitulah. Kesal campur hoream, apalagi kalau orang-orang mendesak saya untuk cepat-cepat balas chat dari mereka.

Kela coy, hese. Kalau sudah begitu, menghidupkan airplane mode jelas-jelas jadi alternatif yang paling hebring.

Tutup mata dan telinga, anggap sedang tidak dicari siapa-siapa. Biar saja, mungkin dengan begitu, diam-diam kalian akan rindu sama saya wkwk.

See ya!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s