Sosok.

Tiba-tiba sunyi kembali membuat saya jadi se-mellow ini, ada harapan menggebu yang tidak tahan dijerat waktu.

Duhai kekasihku, tuan yang menggenggam masa dan derai tawaku. Jadilah engkau sosok yang selalu kutulis dalam sendu, dalam balutan diksi suci yang tidak disentuh pilu.

Kemudian jadikan aku demikian, segala elemen yang selalu kau rapal dalam diam. Entah saat matahari marah-marah karena dihindari, atau saat bulan marah-marah karena tak sempat dijenguk.

Disampaikan dengan alunan suara azan asar, dari sosok yang akan jadi temanmu seumur hidup – saya.

Iklan

One Comment Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s