Ta’aruf Menurutku.

Jadi beberapa hari lalu ada satu pria yang datang dengan sangat tiba-tiba, lalu dengan mata yakin menanyakan hal yang tidak pernah saya kira.

Katanya “kamu mau nemenin akang S2?”

….saya kira hanya bercanda, jadi hanya dibalas dengan satu garis senyum polos.

“Kok malah senyum?”

“Akang mau ditemenin? Haha”

“Kok ketawa?”

“Akang lagi bercanda kan?”

“Nggak, dari awal sampai akhir pembicaraan akang gak pernah bercanda loh Sa”

“Ooooh, hehe” jawabku semakin bingung.

“Jadi?”

“…..”

“…..”

“…..”

“…..” dia menatap dengan wajah sangat penasaran.

“….” tapi aku hanya nunduk, kebingungan.

“Ya sudah kalau tidak ada hal penting yang ingin disampaikan lagi, kita cukupkan sampai disini. Assalamualaikum” ucapnya ketus

Malu-malu kupandangi, kemudian refleks “….waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh”

“….” kemudian si Pulan pergi sambil marah-marah.


Pertanyaannya, jadi salah saya kah kalau ternyata pada akhirnya kita memang tidak berjodoh?

Keliru kah jika saya terkejut dan perlu waktu lama untuk berpikir?

Atau malah tidak tahu diri kah saya jika tidak meng-iyakan pertanyaan akang saat itu?

Jadi bukan karena saya tengah menghalang-halangi usaha akang untuk masuk ke dalam hidup saya. Hanya, jujur saya bukan tipikal orang yang mudah untuk diajak nikah oleh orang asing.

By the way, menurut saya kenapa akang tidak pernah berusaha untuk mengenal saya lebih dulu? Jangan langsung todong untuk menikah.

Iya, agama kita memang sudah melegalkan ta’aruf sebagai salah satu jalan untuk menggenapkan setengah agama

….tapi saya belum jadi tipikal wanita yang seperti itu.

Saya akan lebih senang untuk menerima teman main atau teman kerja sebagai teman hidup. Orang asing yang datang tanpa muamalah atau hubungan pertemanan tentu akan datang membawa banyak risiko.

Sedang pernikahan adalah usaha yang akan kita jalani selama puluhan tahun, jika tidak bertemu dengan orang yang tepat – maka perjalanan puluhan tahun ini akan berakhir di akhirat dengan api yang berkobar. Jika dijalani dengan hati ikhlas lagi senang, tentu berakhir di akhirat dengan taman dan sungai-sungainya yang super nyaman.

Wallahu ‘alam.

Iklan

3 tanggapan untuk “Ta’aruf Menurutku.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s