Pendakian Bukittunggul

“Dan dia memang tidak menawarkan opera awan
Hanya barisan pohon tropis berlapis lumut
Hanya kesejukan dan dekapan hening
Hanya kesederhanaan yang lembut”

-oo0oo-

Setelah diskusi dan perdebatan kecil itu akhirnya angkatan kami menetapkan Bukittunggul sebagai tempat yang cocok untuk melaksanakan Pendidikan Lanjutan Hutan Gunung Jantera (Perhimpunan Pecinta Alam Geografi). Beberapa nama memang mencuat ke permukaan sebelum penetapan itu, misalnya saja Pendakian ke Gunung Merbabu, Ceremai, Gede-Pangrango, Cikuray, dan Burangrang. Namun karena masalah biaya dan perizinan, semua gugur.

Perjalanan dimulai pukul 18.00 WIB, saat itu kami sepakat untuk berkumpul di Islamic Tutorial Centre (ITC) atau lebih tepatnya halaman Mesjid Al-Furqon (UPI Bandung). Berangkat lebih ngaret karena harus menunggu teman kami yang masih ada urusan keluarga.

Sore itu langit cukup cerah, pendakian di musim kemarau memang mengasyikan karena perjalanan akan terbebas dari hujan dan bahayanya.

Kegiatan kami dimulai dengan membaca doa, hal itu tentu saja untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akan terjadi. Saat itu kami menggunakan angkot St. Hall-Lembang untuk mengantarkan ke desa terakhir sebelum pendakian. Dengan modal Rp200.000, sebuah angkot sudah sedia mengantarkan Anda menuju Terminal Patrol.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s