Jalang! #20

Icha menatap wajahnya di cermin sekali lagi. Hatinya meringis sendiri memandangi wajah cantiknya itu dihiasi luka biru lebam di sana-sini.
“Aaaaaaa” teriaknya saat seseorang menarik kerah gadis itu dengan paksa. Tangan besar dan legam yang sama, yang kemarin memberi tanda biru menyakitkan di raganya.
“Kemari kau jalang!” hardiknya geram.
“Tolong Yah, sakit” gadis itu menjerit tak karuan. Seperti hendak mati saja.
“Bukkk” tubuh Icha terhempas di pekarangan belakang rumahnya. Taman penuh bunga itu terasa seperti neraka di hadapannya.
“Ampun, Yah. Ampun….” Icha menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada. Memohon keringanan.
“Anak tidak tahu diri, aku membesarkanmu bukan untuk jadi pemalas yang doyan bersolek di depan cermin. Kerja kau!”
“Tapi Yah. Pekerjaan rumah sudah Icha kerjakan tadi pagi. Icha hanya sedang memeriksa luka-luka kemarin. Icha tidak bersolek sama sekali, Yah”
Mata ayahnya menajam, tangan besar dan legam itu berkacak pinggang. Senyumnya menyunggingkan pelecehan.
“Jadi kamu sedang menyudutkanku, Anak Tolol?” pertanyaan ayahnya memekik sampai ke hati.
“Plakkkk” satu tamparan dihadiahkan pria kasar itu pada putrinya. Icha menangis kesakitan.
“Bukan, Yah. Icha gak bermaksud seperti itu. Maafkan Icha, Yah….”
“Plakkkk” tamparan yang sama ia layangkan ke sisi lain pipi yang tlah memerah itu.
Pria itu kalut, dijambaknya rambut hitam kusam di hadapannya. Gadis yang memang tidak sempat merawat diri itu menahan sakit dengan menangis. Tapi pria itu tidak gentar dan terus menyiksa putrinya.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s