Berdialog dengan Sunyi.

Saya, kembali kalah dalam pertarungan ini. Menginginkan tuan adalah bagian dari dilema yang tidak bisa saya cegah, bahkan dengan akal sehat dan strategi matang sekalipun.

Jika Tuhan memperkenankan saya untuk mengulang roda kehidupan, maka saya ingin kembali ke malam ketika saya bertindak sangat bodoh dan ceroboh.

Entah untuk kali ke berapa, pada nyatanya perasaan kekanak-kanakan ini tidak mampu dibendung dengan baik. Mungkin puasa sunah saya kurang banyak, hingga kesabaran perihal asmara cukup tipis dan rapuh di sana sini.

Ah iya, terima kasih karena sudah membuat saya jatuh yang sedemikian cintanya. Tentang kisah yang tidak pernah dimulai sama-sama, tentang rahasia yang tidak sanggup diredam utuh-utuh

….saya harap tuan mengampuni, saya beserta pikir, ucap, dan laku yang lemah ini.

Jika Tuhan memberi saya kesempatan kedua untuk mengulang roda kehidupan, maka saya ingin menghapus bagian ketika saya turut terpesona dengan tatapan dan sikap tuan perihal ‘ibu’.

Saya ingin membuang bagian ketika ‘jatuh cinta’ menjadi penyebab utama ketidakpatuhan ini.

Kalau pun kejadian itu tidak mampu saya cegah, saya harap Ia mempertebal keimanan dan ego saya detik itu

….untuk tidak mudah jatuh cinta pada sosok yang tidak akan pernah jadi ‘hak dan kewajiban’ saya di masa depan.

Iklan

One Comment Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s