Kepada Sang Bunga Tidur.

Kepada Sang Bunga Tidur,

Sepertinya saya sudah benar-benar (sangat) merindu tuan, hingga dalam tidur panjang pun sempat menggores wajah puisi yang penuh tanda tanya.

Saya tertunduk malu, bahkan saat di alam mimpi! Gelagapan hingga detak jatuh berubah jadi tak karuan

….apalagi ketika ditakdirkan berdiri tepat di hadapan tubuh tuan yang tinggi nan tegap.

Kelu, sangat! Bahkan hanya dengan mengingatnya lagi (saja), sudah berhasil membuat saya melayang tanpa jantung yang utuh.

Saya malu, sangat! Hingga tertunduk dan mengucap istighfar sebanyak-banyaknya. Berusaha meriah oksigen sebelum habis diserap rindu tak bertepi.

Setelahnya, semoga Tuhan benar-benar memberi saya kesempatan untuk bersanding dengan raga tuan.

Turut saya ‘aamiin’-kan saat hujan menyiram Bandung sore ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s