Monolog.

Kemudian udara yang diracau mendengus dengan kesal, katanya ‘sejak kapan Hawa berubah jadi insan yang senang mengutuk waktu?’

Ah si pulan bisa saja, roda kehidupan telah berputar sejak kalian berusaha untuk saling melupakan.

Kelak, ketika masa sudah tidak lagi bertemu senja. Semua yang kita bicarakan akan dihidangkan Tuhan selayak makanan cepat saji yang lezat atau berbau busuk.

Si pulan turut berbisik, katanya ‘kenapa tidak kau sampaikan rindu secara kaffah? Relakan spektrum tuan membias kuat-kuat’

Jangan, biar mereka enyah bersama bisu. Karena yang sudah ditakdirkan tidak akan pernah ditukar setan, dan yang tidak senada tidak akan pernah dijebak cinta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.