Ngajar itu Harus Ikhlas!

Dulu, saya pernah mengultimatum diri sendiri – dengan ucapan lantang nan penuh kesadaran.

Katanya, “jangan pernah mengkapitalisasi pendidikan, ngajar itu harus ikhlas! Jangan mandang berapa harga yang akan dibayarkan mereka atas semua jasa-jasamu yang tidak seberapa, tapi perhatikan saja seberapa besar jasa yang sudah kau bayarkan pada anak-anak”

….hingga kemudian lambat laun dunia membuat saya khilaf, silau akan materi dan penghargaan.

Saya menyesal, Tuhan. Atas tindakan tidak terpuji karena telah mendahului kalkulator yang sudah kau hitung-hitung sejak awal penciptaan bumi.

Saya menyesal karena telah terlalu berharap kepada manusia, lantas lupa bahwa ketentuan terakhir tetap ada di ujung keputusan-Mu.

“Kewajiban guru itu mengajar, haknya adalah untuk dipatuhi dan diberi penghormatan” kata Ustadz Adi Hidayat, LC dengan nada bicara khas seorang generasi Qur’ani.

Iya! Jadi sebagai seorang manusia biasa, yang kemudian ditetapkan jadi ‘guru’ untuk sementara waktu, kewajiban kamu adalah untuk mengajar! Tentu dengan akhlak yang paling baik terhadap Allah dan siswa-siswa yang harus digembala.

Lalu tentang diberi penghormatan dan dipatuhi, itu kan hanya salah satu hak. Masalah dipenuhi atau tidak, biar itu jadi urusan Allah dengan siswa, siswi, dan rekan mengajar mu.

Jangan ikut-ikutan ngitung amal orang, nanti kamu ikut kecewa lagi! Baik-baik jaga diri, hati, dan pikiran. Semoga Allah menggolongkan kita sebagai makhluk yang pandai bersyukur. Aamiin ❤

Iklan

4 tanggapan untuk “Ngajar itu Harus Ikhlas!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s