Pizza HUT.

Sebenarnya, ku tulis Pizza Hut bukan untuk mempromosikan salah satu brand kedai Pizza asal Amerika. Hanya sedang ingin membuat tulisan tentang Pizza ulangtahun yang kemarin berhasil dihadiahkan Alia dengan tulus

….so, Pizza Hut artinya Pizza Ulangtahun (read: HUT artinya ulang tahun. Padanannya sama kayak nulis HUT NKRI Ke-68). Tiba-tiba, “iya Sa, iyaaaaa. Gimana kamu aja” wkwk

Ada hal-hal menarik pas makan Pizza kemarin malem, bukan karena jumlah tagihannya yang mahal (untuk ukuran mahasiswa), tapi lebih kepada proses buat dateng ke kedai Pizza-nya.

Drama!


Pertama, esa lupa kalo Alia itu orang Singapore (yang pastinya gak bakal ngaret kalo janjian). Waktu itu esa janjian ketemu habis shalat maghrib, jam 18.30-19.00-an.

Nyata, jam segitu esa masih main Instagram. Belum mandi, ganti baju, pake bedak, dan shalat magrib.

Alhasil Alia nunggu lama di pertigaan Geger Kalong, di tengah hujan gerimis yang sama sekali tidak manis.

“Teteh, dimana?” suara Alia menyusup dari speaker gawai.

“Masih di kosan, Al. Maaf ya, sebentar teteh kesana” kataku mengikis tanya.

“Oke, Alia tunggu dekat jalan raya ya” balasnya kaku, dengan bahasa Indonesia yang setengah Melayu dan setengah Inggris.

Lalu Bapak Grab esa paksa untuk ngebut, “pake helm neng?” yang langsung kujawab “gak usah pak, deket”.

Setelah bayar ojek dengan uang pas, ku pasang wajah tanpa dosa sambil mendekati Alia yang nekat untuk hujan-hujanan.

“Kenapa payung nya gak dipake?”

“Hujannya kecil teteh, Alia tak nak” ujarnya membela diri.

“Oke, yuk!”


Kedua, esa lupa kalo Alia gak suka naik angkot. Jadi, kita jalan kaki dari Jalan Panorama sampai Setiabudhi Bawah.

Kata Alia, naik angkot cuma bikin dia pusing. Ya, ya, ya, ku maklumi karena di negaranya emang gak pernah ada angkot .-.

Jadi Alia emang cuma bisa naik motor sama mobil pribadi, angkot atau bus kayaknya ‘mending gak usah’.

Seperti hari-hari biasanya, kita ngobrol sambil jalan. Ah kupikir semua perempuan rata-rata begitu, kalau ketemu ‘temen’ pasti cerita tentang apapun. Bahkan, tentang hal sepele sekalipun!


Ketiga, Alia yang bayar semua Pizza-nya. Untuk anak kosan kayak esa, hal ini bisa jadi sebuah keajaiban! Berasa kayak mimpi karena dibayarin temen sampe 200.000 rupiah.

Ya, walau setelah diulik-ulik ternyata harga segitu buat Alia emang gak masalah. Orang di Singapore, pizza dengan porsi dan menu yang sama bisa dibanderol dengan harga 700-800k rupiah. Jadi harga 200k jelas termasuk harga murah

….untung yang dijual bukan pizza basi wkwk.


Keempat, esa baru tahu ternyata dulu Alia pernah tinggal di Yaman! Ya sebenernya sih mungkin bagi sebagian orang bakal jadi ‘biasa aja kali, sa’ tapi bagi esa akan tetap jadi ‘wah, yang bener?’

Bukan sedang tidak percaya pada kata-kata Alia, hanya sedang tidak yakin kalau ternyata esa punya kenalan yang hobi traveling lintas negara kayak gini.

Hebat aja gitu!

Soalnya selain dari Yaman, Alia juga pernah tinggal di Singapore, Malaysia dan Indonesia.


Kelima, esa tau tulisan ini gak penting buat kalian wkwk. Tapi ini penting banget buat esa hehe, jadi nanti kalau esa sakit atau pergi lebih dulu, orang-orang gak akan pernah lupa sama kenangan yang udah mereka buat sama esa.

Sisanya, makasih banyak Al. Karena sudah jadi orang pertama yang bilang ‘happy birthday’, I love you to the moon and back ❤

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s