Teman Sejati.

Tepat 26 Februari 2018, pukul 11.38 WIB di sekitar Jalan Cihampelas No.8 Bandung. Hari ini!

….orang mungkin tidak peduli hari ini ‘hari apa?’, mereka mungkin disibukkan oleh berbagai masalah yang mencekik, pula.

Sampai tidak ingat kepada urusanku, hihi. Tapi tak apa, aku pun sering demikian. Lebih sering dari yang orang kira.

Ah iya, sekarang aku hanya sedang tidak habis pikir. Kenapa orang yang lebih tua 5 tahun dariku, ternyata juga lebih pendendam seperti ini hehe.

Rasanya sedih, sangat. Bahkan, kalau sedang tidak seriuh ini, aku lebih ingin menangis di pojokan kamar. Dengan lampu mati, dan rasa dingin yang menusuk hingga ke tulang.

Kata Alia ‘teteh jangan banyak pikiran, harus makan banyak biar gak lebih kurus dari Alia’. Lalu hanya ku balas dengan senyum hambar, biar saja lah Al. Yang penting masih hidup, masih kuat untuk berdiri dan menunaikan shalat 5 waktu.

Ya Allah, sungguh sebenarnya aku hanya sedang berbincang dengan hangat-Mu. Bukan tengah mencurahkan isi hati di ruang publik bernama WordPress

….senang dituliskan biar rasa sakitnya lebih abadi, bukan untuk memupuk dendam. Hanya untuk mengingatkan diriku dari masa depan, kalau aku pernah mengalami masa-masa sulit seperti ini.

Tuhanku Yang Maha Baik, sungguh aku tahu betul bahwa memang tidak ada teman yang akan setia hingga masuk ke liang lahat. Selain doa dan ridho kedua orang, keluarga dekat, dan suami/istri tercinta.

Aku sungguh sangat percaya, kalau sahabat sejati hanya ia yang akan dengan setia menemani siang dan malam-malam panjang kita.

Ayah, ibu, adik, kakak, suami, atau istri. Sisanya, hanya ilusi untuk menggoda keteguhan iman.

Rabb, sayangku Yang Maha Lembut. Mohon beri aku ketegaran yang berlebih, biar tidak sakit hati saat harus ditakdirkan untuk hidup di jaman yang dipenuhi fitnah seperti ini.

Mohon ikhlaskan hati hamba untuk memberi ampunan kepada setiap mereka yang mencoba menusuk kedua kaki yang sudah lemah ini, mohon anugerahi kebaikan setelahnya.

Tuhan sayang, sungguh sekarang aku mengerti. Mana teman sejati, mana teman yang selalu menusuk hati. Namun, Kau masih tetap teman sejati yang paling baik.

Sungguh Aku Cinta Padamu, Tuhan ❤

Iklan

2 Comments Add yours

  1. arisnohara berkata:

    bener banget tuh. Teman/sahabat sejati itu gak pernah benar-benar ada. Ujung-ujungnya pasti ngadu ke Tuhan, apa-apa ke Tuhan, karena keluarga sekalipun kadang tak bisa mengerti.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s