Kepada Tuan, untuk ke Sekian.

Kelak, dua atau tiga tahun mendatang. Maukah tuan datang ke rumah dan mengundang saya untuk sekadar jadi teman hidup yang akan selalu membuat tuan tersenyum dan merasa bersyukur di setiap harinya?

Akankah saya mendapat salah satu bagian romantis seperti kisah-kisah yang terlintas dalam kepala saya?

Akankah saya mampu meluluhkan hati tuan lewat barisan doa, shalawat, dan bisikan-bisikan kerinduan yang selalu tercekat di kerongkongan yang kering?

Saya, senantiasa menginginkan tuan menjadi seorang yang mampu membimbing saya untuk jadi manusia yang tahu diri, wanita shalih yang turut taat kepada suaminya.

Saya, menginginkan tuan, sayangnya dengan ‘sangat’ dan ‘tanpa jeda’.

Iklan

4 Comments Add yours

  1. Andri Herdiana berkata:

    Semoga Tuan-nya meluas, tidak satu orang saja…
    Wkwkwk…

    Suka

    1. lutviaresta berkata:

      Dih, gak akan meluas. Cuma satu, harus satu aja

      Disukai oleh 1 orang

      1. Andri Herdiana berkata:

        Wkwkwkk… kirain…

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s