Kepada Tuan, untuk ke Sekian.

Kelak, dua atau tiga tahun mendatang. Maukah tuan datang ke rumah dan mengundang saya untuk sekadar jadi teman hidup yang akan selalu membuat tuan tersenyum dan merasa bersyukur di setiap harinya?

Akankah saya mendapat salah satu bagian romantis seperti kisah-kisah yang terlintas dalam kepala saya?

Akankah saya mampu meluluhkan hati tuan lewat barisan doa, shalawat, dan bisikan-bisikan kerinduan yang selalu tercekat di kerongkongan yang kering?

Saya, senantiasa menginginkan tuan menjadi seorang yang mampu membimbing saya untuk jadi manusia yang tahu diri, wanita shalih yang turut taat kepada suaminya.

Saya, menginginkan tuan, sayangnya dengan ‘sangat’ dan ‘tanpa jeda’.

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. Semoga Tuan-nya meluas, tidak satu orang saja…
    Wkwkwk…

    Like

    1. lutviaresta says:

      Dih, gak akan meluas. Cuma satu, harus satu aja

      Liked by 1 person

      1. Wkwkwkk… kirain…

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.