trauma.

Ditulis ketika langit Bandung tengah ragu menahan tangis, dalam keadaan hati yang lelah – saya dan serpihan masa lalu.

Ah iya, Desember ini saya sedang tidak suka berteman dekat dengan laki-laki tak kasat mata. Bukan karena tidak butuh, hanya mungkin sedang memulihkan sisa kepercayaan yang sempat tergores karena seseorang.

Saya semakin hati-hati menjaga hati, tidak mudah memberikan perhatian pada sembarang orang. Apalagi untuk mereka yang jauh dan tak terjangkau tangan, hanya bayangan semu atau kumpulan piksel dalam layar datar.

Saya takut jika harus dibohongi, atau dimanfaatkan untuk mengisi waktu luang. Saya tidak suka para penjilat, juga turut menentang para pria mata keranjang.

Sudah habis waktu yang saya sia-siakan hanya untuk merenungi seseorang, saya ingin bebas!

….meraih mimpi yang sempat tertunda karena sibuk menata hati yang retak.

Saya benar-benar ingin bebas, atas problematika hidup yang semu dan tanpa spekulasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s