Mapel

Pinjami aku tanganmu, kan kubasuh luka di hatinya. Dengan sentuhan lembut, kau bisikkan rindu serta kisah cinta Adam dan Hawa. Aku ada untukmu, kau berdiri di sampingnya. Kita saling menggenggam, berharap tidak kacau atau mati di persimpangan jalan. Ada kasih yang tidak kenal wajah, tak lekang dilumat waktu, atau hancur setelah ledakan terakhir dari serpihan…

Nafas

Tuan bertanya, kenapa saya selalu ingin tinggal lebih lama. Tanpa ragu, canggung, atau malu. Saya yakinkan Tuan bahwa mekanisme tubuh saya sudah didesain sesuai dengan maunya hati. Tuan mengangguk, (pura-pura) percaya. Kita merangkai kisah-kisah romantis, seperti para tokoh di negeri dongeng. Sesekali saya mengusulkan aksi heroik, Tuan setuju, saya tersanjung. Menggebu, seakan bisa menaklukkan semesta…

Surat Cinta

Dear mamah dan bapak, terima kasih karena sudah menjadi orang tua terhebat untuk anak-anakmu. Jika diizinkan untuk bersaksi terlebih dahulu, maka kami mampu bersumpah bahwa mamah dan bapak sudah mendidik kami dengan sangat baik. Katanya di yaumul akhir kita semua akan dikumpulkan dalam keadaan saling menyalahkan. Itu mengerikan, sangat. Maka semoga Tuhan memperhitungkan kesaksian kami…

Pulang

Sudah Februari, ….kemudian kamu bingung akan kemana mengambil arah pulang. Kita kehabisan kata-kata, tentang melodi apa yang ingin digaungkan bersama sepi. Tidak ada nada yang cocok untuk bersanding dengan sunyi. Kau setuju, lalu mengiyakan dengan mata sembab. “Aku ingin pulang ke rumah yang juga ada kamu di dalamnya” keras kepala, kan ku seret kamu sampai…